Peluh Senja




dan setiap detik yang membasuh petang
mengenang wajah tak lekang
dan langit kelam tak surut langkah
menunggu aku kembali dari dunia barzah

setiap peluh mengering
dan tubuh ini redup tak berdering
hati nanti tetap tersenyum
raga jauh tetap tercium

tetes ini tak tersia
kuberi seulas sipu walau tak terasa
dan demi dirimu ku tetap berlari
walau ku tahu kau tak peduli

Tebingtinggi, 25 Jul. 08 19:0

0 komentar: