Kuluka Tawa

Aku sendiri masih meredup di simpang hidup
sendunya tertawa
tawa perih
bukan dalam sunyinya
kita menari tanpa lagu maya
.
tawa itu sebenar luka
perih itu sebenar canda
kau itu sebenar aku
kau itu petir!
menyambar hati satir
.
Tebingtinggi, 31 Oktober 2008, 20:18 w

0 komentar: