menanti takdir langit

senyummu

tak ingin selepas kutatap dan diam

tapi tak elak itu ada

sekarang tak kutahu apabila nanti



dan malam

aku percaya kepada kelammu

menyembunyi rasa tak tergapai walau seraih

tak mungkin berai



aku merutuk di ujung malam

tak mampu kuraih awal pagi

itu bukan mau setiap tarikan nafas diri

kelu hati menatap langit jingga

menera niat dan inginnya

kutunggu saja kemana dia menapak cinta



Tebingtinggi, Selasa, 19 Agust-08 1:58

0 komentar: