Agustusan yang sibuk!!

Sudah beberapa lama aku ga posting di sini, terlalu banyak kerjaan, kesibukan whatsoever, selama bulan Agustus lalu. Dari kesibukan di PS Pemko (Yang betul-betul menyiksa, pendidikan paski yang ala militer diterapkan ke sekelompok anak Paduan Suara yang lugu dan polos), kesibukan 17-an di sekolah (yang betul-betul membuat aku sempat ga makan satu harian meski ga buat aku kurus), menjadi panitia debat 17-an (yang membuat aku stress, anggaran cekak, bahkan nombok!!) serta kesibukan-kesibukan standar aku seperti kesibukan siaran di Yaska FM serta mengatur ibadah di gereja (secara saya ketua BPH Remaja gereja saya..)


Meski begitu, semakin banyak hal yang aku petik dari hidupku yang ga seberapa ini, beberapa adalah pelajaran moral, beberapa adalah kejadian aneh, beberapa adalah kejadian ga mengenakkan.

Di PS, begitu banyak hal yang terjadi. Kami latihan di Lapangan Merdeka, di Anjungan Sri Mersing, bersama-sama dengan anak Paskibraka. Pada awalnya, masih banyak kecemburuan antara Paski dan PS. Korps Paski menganggap PS terlalu diperhatikan, sebaliknya PS pun merasa Paski yang lebih diperhatikan. Anyway, at last, PS dan Paski tahun ini malah bisa dibilang paling kompak dibanding tahun-tahun sebelumnya.


Tetapi masalah pasti selalu menghampiri, bahkan merongrong dari internal PS sendiri. Misal mengenai sikap Bu Lurah (semacam ketua kelompok gitu) kami sebut aja Meta. Awak sih ah maklum ama sikap dia yang sok berkuasa, tapi beberapa pihak jelas ga suka. Juga masalah-masalah lain, dan meski begitu in the end, semua teratasi.


Sabtu, 10 Agustus 2008. Ketika itu kami, PS dan Paski mengadakan Renungan Suci di kompleks SMP N 1 Tebingtinggi. Apa maksud sesungguhnya dari RS inipun sebenarnya masih ga jelas bagiku, apakah semacam penguatan mental(?) atau hanya ajang menakut-nakutin para anggota Paski (secara anak PS cuma disuruh nyanyi aja, ga ikut pas bagian nangis-nangis)


Minggu, 17 Agustus 2008. Itulah saat puncak penampilan kami. Setelah mengambil bendera pusaka di Kantor DPRD Kota Tebingtinggi, kami segera membawanya ke Lap. Merdeka. Akhirnya tibalah saat kami beraksi.


Para anggota Paskibraka dengan gagah berjalan untuk mengkibarkan bendera, kami pun berharap-harap cemas, sebab jika Paski atau PS salah, semua bakalan kena hukum dijemur di Lap. Merdeka. Tapi, begitu kami memulai menyanyikan lagu Indonesia Raya, aku langsung menyadari ada yang ga beres.


MEREKA TERLALU LAMBAT MENAIKKAN BENDERA!


Oh my Gosh! Tampaknya bukan aku saja yang menyadari hal ini. Semua mata memandang ke arah bendera yang bahkan belum mencapai setengah tiang meski lagu sudah memasuki reff.


Para senior terhenyak....


Pengkibar mulai menarik lebih cepat...


Lagu sudah mau habis...


Tampaknya ga bakalan terkejar...


Kami tidak mau dihukum!!!!


Akhirnya inisiatif kami bekerja, secara kompak kami melegatokan ending dari Indonesia Raya...


“Hiduplah Indonesia Raya aaaaaaaaaaaa...............”


TUP!!!


Bendera mencapai puncak tiang.


YE!!!! Senior di samping kami bersorak kegirangan, akhirnya Pengibaran Bendera tidak jadi hancur!!!


Dan semua tumpah ruah dalam euphoria, yang terus kami bawa ka acara Pesiar kami tanggal 23-24 Agustus 2008 di Parapat. Tak terasa, semua Euphoria itu sekarang berakhir.


Kini, aku kembali ke rutinitas ku, sebagai seorang siswa, penyiar, pengurus remaja, dan kembali aku bermasalah dengan Katya Kristanaema

0 komentar: