Meskipun aku tak Online dari tadi, tapi kulihat semua buletin board berbicara tentang Obama, yang katanya jadi Presiden AS (aku belum sempat nengok TV, sibuk-sibuk..). Ada yang sekedar bilang "selamat ya Obama", seakan-akan Obama mantan kawan TKnya dulu (hehehe). Ada yang dengan bangga mengatakan Obama adalah Friend-nya, kenalan dari buku (hehe, maaf ya mas Bamby..). Yang paling gres, ga nyinggung Obama, tapi nada-nada bulbonya kesitu (Hihi.. memang tanteku Panah Hujan nih la...).
.
Sementara itu, nun jauh di Nusakambangan sana, ada tiga pria yang sedang menanti detik-detik untuk sebuah (eh, tiga ding..) nyawa. Amrozi, Ali Gufron, Imam Samudra, ketiganya terdakwa mati Bom Bali Jilid I. Pelabuhan Wijayapura penuh , oleh wartawan, keluarga, penghujat, pembela, yang ingin mengetahui kepastian, kapankah semua jawaban mereka dapatkan.
.
YA!
Obama telah mendapatkan jawaban yang dia nanti, menjadi Presiden Negara (katanya..) Demokrasi itu.
Amrozi dkk. menunggu godot, meski jawaban hampir pasti; eksekusi.
.
La awak????
Jika kita runut menurut kalender Gregorian, udah 5 tahun lebih, aku menunggu jawaban, kepastian, dan harapan. Kadang , harapan itu sirna, kadang muncul, kadang pergi. Kadang kesempatan terbuka lebar seperti Pintu Gerbang Brandenburg, kadang tertutup rapat seperti rumah pejabat. Kadang melaju cepat seperti Hamilton, kadang jalan di tempat seperti odong-odong.
.
Capekkah aku menunggu semua itu?
Well. jawabannya, tidak, aku tak capek, tak lelah. Meski sekarang harus menjalani fit and proper test (halagh, kayak gubernur BI aja..), tapi aku mesti kuat menjalani.
.
Tapi, sampai kapan?
.
Seperti janjiku kepada TUHAN di Ruang Doa di Salib Kasih dan di Taman Iman, yaitu sampai kau mau mengerti.
.
Ya, baca baik-baik. Sampai kau mau mengerti.
.
Kapankah itu?
Hanya kau, yang tahu!
.
.
Selamat buat Obama dan Biden!
Mauliate ma di hamu!
.
Piss
The Audacity of Hope: Biarkan aku bicara tentang Obama , Amrozi, dan Penantian yang (belum) Berujung
the life of samsth
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar